Skip to main content

Bagaimana Memulai Bisnis (bagian 2)



Anda tidak menjadi hina hanya karena menjadi penjual produk anda sendiri. Justru, calon pembeli akan merasa senang dan percaya jika mereka berkenalan langsung dengan pemilik usaha.

Cara Memulai Bisnis

Saya sendiri tinggal di Alabio, sekitar 4 jam perjalanan dari Banjarmasin, menemui banyak fakta. Bahwa sebagian besar orang kaya di Alabio dan Amuntai itu lahir dari profesi sebagai Sales (pedagang).  Sangat jarang saya temui, orang-orang yang menjadi kantoran atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi orang kaya Kecuali, mereka juga memiliki usaha yang berhubungan dengan perdagangan.

Anda mungkin akan menemukan nama-nama besar seperti Joe Girard, Napoleon Baragan, Zig Ziglar, Chris Gardner dan Bill Porter sebagai TOP 5 Sales terbaik dunia. Apakah mereka terhina? Tidak, mereka mendapatkan kekayaan yang berlimpah dari profesinya itu. Bahkan kalau melihat bagaimana Chris Gardner bisa memiliki bisnis di bidang investasi dia awali dengan menjadi Sales Peralatan kesehatan dan Broker (Semuanya berhubungan dengan marketing). Lebih lengkap lagi kalau kita tonton film Pursuit of Happyness yang dimainkan dengan sangat apik oleh Will Smith dan puteranya, Jade Smith.


3. Tidak punya Ide?

Keluhan yang sering juga muncul saat akan memulai bisnis ialah, mereka tidak punya ide untuk memulai sebuah bisnis. Karena merasa sudah buntu dan terlalu nyaman dengan kondisinya saat ini (trap in the comfort zone). Padahal di era internet saat ini sangat banyak sekali ide bisnis yang bisa kita temukan. Mulai dari usaha rumahan, bisnis broker, bisnis hobi, bisnis digital dan lain-lain. Caranya sangat gampang, tinggal cari di Google dengan keyword "Ide Bisnis". Dalam hitungan detik (kalau koneksi internet bagus), anda akan dapatkan jutaan ide bisnis yang bisa anda segera eksekusi.

4. Terlalu banyak Ide

Tapi masalah berikut yang muncul setelah kita Googling, ternyata banyak sekali ide bisnis yang menggiurkan. Termasuk, banyak tulisan yang memuat ide-ide bisnis dengan iming-iming potensi penghasilan milyaran dalam waktu singkat. 

Stop! Dan mulailah berpikir rasional. Rata-rata penulis di blog memang melakukan riset sebelum menulis (risetnya juga dari googling biasanya) sebelum menuliskan ide-ide bisnis itu. Namun terkadang banyak yang membuat judul yang sensasional, agar blognya di klik. Ada sebagian yang benar-benar bisa terjadi, ada yang tidak. Apakah salah dengan ide bisnisnya? Tidak. Ide bisnis itu bisa terwujud menjadi kesuksesan jika betul-betul dikerjakan sesuai dengan alurnya: KERJA KERAS.

Jika memang terlalu banyak, cobalah pilih salah satu. Karena dalam satu waktu, kita tidak mungkin memilih semua ide bisnis untuk dijalankan bersamaan. Pilih salah satu yang paling mungkin untuk kita kerjakan. Yang segala fasilitas pengerjaanya sudah kita miliki. Dan yang paling penting adalah, pilih ide bisnis yang kita suka, bahagia dan tak pernah merasa lelah untuk mengerjakannya. Orang menyebutnya sebagai passion. Ya! pilihlah yang sesuai passion.

5. Segera Eksekusi

Kebanyakan orang yang berhenti pada ide bisnis adalah orang yang miskin dalam hal eksekusi. Mereka cenderung malas untuk memulai karena mungkin masih terjebak dalam zona nyaman dan terlalu takut mengambil resiko. Atau bisa jadi karena memang mereka berpikir sangat lama karena menilai sebuah bisnis secara sempurna. Tidak salah, tapi kalau terlalu banyak mikir kita tidak akan pernah memulai bisnis. Intinya kan bagaimana memulai dulu. Ya mulai saja!

"Lalu bagaimana kalau sudah memulai lalu belum berhasil?" Mulai lagi, perbaiki. "kalau gagal lagi?". Coba lagi. Perbaiki. "Kalau berulang kali masih tetap gagal dan tidak pernah berhasil?". Mungkin nasib anda bukan sebagai pengusaha, tapi sebagai tenaga profesional. Walau sebenarnya, jika kita terus mencoba, suatu saat pasti akan bertemu dengan titik keberhasilan. Ingat khan, bagaimana Thomas Alfa Edison mendapatkan formula yang pas untuk membuat sebuah lampu pijar? 

Sederhananya, habiskan dulu jatah gagal. Karena kalau kita sudah mulai sebuah bisnis yang berhubungan dengan passion kita, kita tidak akan pernah lelah untuk mencoba.

Baca Juga: Kiat Sukses Abdurrahman Bin Auf

Comments

Popular posts from this blog

Project: Kontribusi Melawan Asap

"Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap tebal"  Berita dengan judul sejenis ini dalam sebulan terakhir betul-betul menghiasi media cetak, televisi dan media online. Bukan sekadar menghiasi nampaknya. Tajuk ini adalah isu penting yang mengalahkan pentingnya berita keterpurukan nilai tukar rupiah. Mungkin nilai tukar rupiah turunnya hanya dirasa oleh sebagian kecil masyarakat yang bertransaksi menggunakan dolar. Karena sebagian besar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhannya meski dengan pengetatan pengeluaran yang demikian ketat. Namun kabut asap ini benar-benar dirasakan dampak negatifnya hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan, terlebih dua negeri jiran kita -Malaysia dan Singapura-. Setiap pagi di kontak BBM kami, hampir selalu saja muncul keluhan soal asap. Dan dari sekian banyak keluhan tersebut, sangat sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) yang mencoba menawarkan solusi. Bahkan sekarang di media sosial ...

Menyolatkan pendukung "nganu"

Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....

Bisnis Tanpa Modal, Bisa?

Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...