Skip to main content

Inteam - Kepastian


lirik inteam kepastian


Pagi ini saat membuka playlist, langsung on-kan lagunya Intim yang berjudul "Kepastian". Mungkin tidak terlalu banyak yang tahu lagu ini, tapi bagi yang gemar nasyid pasti akan langsung nyetel.

siapakah yang lebih mulia
dari mereka yang tidak lupa
janji Allah adalah kepastian
dan nikmat syurga adalah indah

Begitu lagu ini diakhiri. Sebagaimana pada umumnya nasyid (lagu-lagu Islami) biasa memulai dengan prolog lalu kesimpulan. Lagu ini
Resensi Nasyid Kepastian
Pantai

bercerita soal ujian yang pasti didapati oleh tiap manusia. Apapun kondisi manusia itu, semua adalah ujian. Ada manusia yang lupa ada yang ingat terhadap Tuhan saat menghadapi itu. Persis sebagaimana apa yang terjadi di sekitar kita. Sebagai gambaran, coba lihatlah bagaimana reaksi tiap orang yang berbeda-beda saat kehilangan gadget atau mendapatkan gaji.

Tahun terakhir saat masih siaran di Radio Madinatussalam Fm Banjarmasin, lagu ini baru rilis. Karena lagunya lumayan bagus, sering aku masukin playlist saat siaran, bahkan dijadikan sebagai materi siaran. Secara, lagu ini mengena sekali di dalam hati. Mengingatkan kita saat lupa, bahwa di antara pilihan kita dalam menghadapi ujian Tuhan ada Syurga dan Neraka.

Bagi yang belum pernah dengar, boleh di download lagunya dan bagi ceritanya

Comments

Popular posts from this blog

Project: Kontribusi Melawan Asap

"Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap tebal"  Berita dengan judul sejenis ini dalam sebulan terakhir betul-betul menghiasi media cetak, televisi dan media online. Bukan sekadar menghiasi nampaknya. Tajuk ini adalah isu penting yang mengalahkan pentingnya berita keterpurukan nilai tukar rupiah. Mungkin nilai tukar rupiah turunnya hanya dirasa oleh sebagian kecil masyarakat yang bertransaksi menggunakan dolar. Karena sebagian besar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhannya meski dengan pengetatan pengeluaran yang demikian ketat. Namun kabut asap ini benar-benar dirasakan dampak negatifnya hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan, terlebih dua negeri jiran kita -Malaysia dan Singapura-. Setiap pagi di kontak BBM kami, hampir selalu saja muncul keluhan soal asap. Dan dari sekian banyak keluhan tersebut, sangat sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) yang mencoba menawarkan solusi. Bahkan sekarang di media sosial ...

Menyolatkan pendukung "nganu"

Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....

Bisnis Tanpa Modal, Bisa?

Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...