Skip to main content

Babi Halal, Riba Haram


Dalam pengetahuan penulis, jika dalam kondisi darurat (mau tidak mau, kalau tidak mau bisa menyebabkan kematian/ kebinasaan) kita sebagai muslim boleh memakan bangkai, daging babi, Daging Anjing bahkan memakan daging manusia. Namun ternyata kita tidak diperkenankan (tidak halal atau haram) memakan riba. Meski dengan uang riba itu kita dapat membeli makanan yang jelas-jelas kehalalannnya agar kita tidak mati. Itu artinya, memakan babi jelaslah kehalalannya dalam kondisi darurat jika dibanding dengan memakan riba.



Penjelasan dalil yang lebih detail tentu akan lebih baik jika kita bertanya kepada ustadz atau muallim yang berkompeten terkait fiqh Muamalat.

Oleh karena itu, dalam kondisi yang sama sekali tidak darurat kita dituntun oleh Islam untuk bersabar atas cobaan dan bersyukur atas apa-apa yang sudah diberikan Allah. Termasuk, ketika ada peluang memiliki rumah dan kendaraan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh Syara'

Alhamdulillah, berkah dari pertolongan Allah. Di Banjarbaru dan Martapura akan segera kami buka perumahan berkonsep syariah, dengan KPR tanpa bank, tanpa bunga, tanpa riba, tanpa denda dan tentu saja menggunakan akad-akad yang diperbolehkan oleh syara' dalam bermuamalat. Seperti tidak adanya akad ganda, tidak menjadikan jaminkan barang yang telah dibeli dan lain sebagainya.

Apakah anda berminat untuk memperoleh rumah dengan konsep ini?

Informasi: 0812 2882 6600

====================================================

Penjelasan detail terkait dengan sistem, desain, pola angsuran dan lain sebagainya akan kami presentasikan pada acara Launching sekaligus Bincang Santai Properti Syariah yang akan diselenggarakan dalam dua sesi. 

Yakni sabtu, 23 Agustus 2014 dan Ahad, 24 Agustus 2014. Rekan-rekan yang berminat hadir bisa memilih salah satu sesi tersebut tanpa dikenakan biaya. Acara akan dimulai pada pukul 13.00 s.d. 16.00 bertempat di Lt.2 Ruko Graha Madinah No.1. Jl. Karang Rejo (belakang lap. Brimob) - arah Palam, persis di samping kanan Alfa Mart Karang Rejo, Banjarbaru. Telp. 05114873212

Pendaftaran Peserta dapat dengan mengirimkan sms dengan format:
NAMA<spasi>NO HP<pagar>NAMA PASANGAN<spasi>NO HP<pagar>WAKTU YANG DIPILIH
Kirim ke: 0812 2882 6600

====================================================
#propertSyariah #TanpaRiba #Perumahan #Banjarbaru #Martapura

Comments

Popular posts from this blog

Project: Kontribusi Melawan Asap

"Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap tebal"  Berita dengan judul sejenis ini dalam sebulan terakhir betul-betul menghiasi media cetak, televisi dan media online. Bukan sekadar menghiasi nampaknya. Tajuk ini adalah isu penting yang mengalahkan pentingnya berita keterpurukan nilai tukar rupiah. Mungkin nilai tukar rupiah turunnya hanya dirasa oleh sebagian kecil masyarakat yang bertransaksi menggunakan dolar. Karena sebagian besar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhannya meski dengan pengetatan pengeluaran yang demikian ketat. Namun kabut asap ini benar-benar dirasakan dampak negatifnya hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan, terlebih dua negeri jiran kita -Malaysia dan Singapura-. Setiap pagi di kontak BBM kami, hampir selalu saja muncul keluhan soal asap. Dan dari sekian banyak keluhan tersebut, sangat sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) yang mencoba menawarkan solusi. Bahkan sekarang di media sosial ...

Menyolatkan pendukung "nganu"

Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....

Bisnis Tanpa Modal, Bisa?

Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...