Skip to main content

Bagaimana Memulai Bisnis?

Beberapa teman pebisnis pemula sering mengeluh tidak memiliki modal dalam memulai bisnis. Tidak ada modal, bisnis tidak ada. Betulkah begitu?

Kekhawatiran dan problema itu kemudian memunculkan peluang kredit usaha yang dikomandoi oleh perbankan dan lembaga keuangan. Tapi, rerata bank hanya akan mau menerima dan meloloskan aplikasi kredit bagi yang sudah jalan usahanya. Selain juga sering ada beberapa persyaratan jaminan yang sewaktu-waktu dapat disita kalau kita mengalami kredit macet.


Investorpun sama, mereka tidak ujug-ujug mau memberi modal kepada kita karena kita tidak punya usaha yang bisa dilihat portofolionya. Tidak mungkin lah duit mereka yang susah payah dikumpulkan hanya menjadi hibah karena "dibakar" oleh pengelola bisnis.

Jika ada yang mau ambil resiko itu, sebagian besarnya akan meminta klausul pengembalian modal bila usahanya bangkrut. "Eh, ini mau nanem modal apa mau ngutangin sih?" Selain itu, mereka pasti melakukan pengawasan laporan keuangan secara ketat.

"Koq kayaknya susah ya mau bisnis? Bukannya 9 dari 10 pintu rizki itu ada di perniagaan (bisnis)?"

Bisa lah! Tentu saja ada langkah-langkah yang wajib kita miliki sebelum memiliki bisnis sendiri. Bahkan, kita bisa memulai bisnis tanpa modal sama sekali.

1. Perbaiki Mindset
 
Hal dasar yang utama yang harus kita miliki dalam memulai bisnis adalah ini: mindset. Atau cara pandang kita sendiri terhadap bisnis.

Seringkali yang muncul di benak kita adalah, bahwa 'berbisnis itu tidak perlu kerja keras'. Atau :kalau sudah punya bisnis, kita bisa jalan-jalan'. 'Punya bisnis berarti harus hire orang untuk jadi karyawan'. 'Kalau sudah punya bisnis, gaya dan taraf hidupnya akan meningkat'.

Cara-cara pikir di atas bisa jadi betul. Namun, bagi kita yang baru starting up, justru semua itu membahayakan. Membahayakan bagi diri, sekaligus membahayakan bagi bisnis.

Ambil contoh saja cara pandang soal gaya hidup, banyak pebisnis pemula yang usahanya sudah jalan dan menghasilkan, lalu tiba-tiba punya gadget baru, nyicil mobil, nyicil rumah, sering makan di luar, bepergian ke banyak tempat wisata. Padahal, bisa jadi uang yang dipakai untuk memenuhi "hasrat" itu adalah uang modal kerja bisnis. Ujung-ujungnya, usaha mandeg dan pusing memikirkan cicilan.


Yang harus tertanam dalam benak kita harusnya begini: Bisnis itu menuntut kerja keras; tidak masalah direktur merangkap jadi manajer sekaligus staf; uang bisnis tidak sama dengan uang pribadi.
Beberapa mindset lain bisa ditambahkan kawan-kawan di bagian komentar.

2. Marketing, Makelar Everything


Hal dasar berikut yang diperlukam untuk memulai bisnis adalah ilmu dan kemampuan menjual. Ilmu ini disebut marketing.

Bagaimana anda bisa mendapatkan dana dari investor jika anda tidak bisa "menjual ide bisnis" anda kepada mereka?  Bagaimana agar orang tahu lalu membeli produk kita kalau tidak pernah kita tawarkan? Apa hanya dengan duduk-duduk saja pelanggan akan datang?

Secara memang, jika kita mampu menjual, kita bisa dapat modal dari sini. Misalnya dari menjual ebook, properti, atau produk-produk lain yang memang hanya perlu kemampuan komunikasi untuk menjalankannya.

"Kalau saya ikut jualan, sama aja donk dengan jadi Sales? Bukankah saya pebisnis?"

Saya sebenarnya rada gusar saat ada orang yang merendahkan professi sales. Padahal, banyak pebisnis ulung mengawali pembangunan kesuksesannya dari professi ini.

Tidak ada yang salah dengan menjadi Sales, karena tanpa sales kita tidak bisa menjual produk. Bukankah kita punya modal kecil dan belum bisa gaji orang buat jadi sales? Mau tidak mau, suka tidak suka, pebisnis harus belajar menjual sendiri produknya.

Ada film yang menarik soal Sales ini, Kalau tidak salah judulnya Rocket Singh. Film Bollywood, tapi cukup menginspirasi.
<bersambung> Baca- Part 2

Comments

  1. Kami adalah perusahaan yang terdaftar, meminjamkan uang kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan mendesak, dan mereka yang telah ditolak kredit dari sana bank karena skor rendah kredit, pinjaman bisnis, pinjaman Pendidikan, mobil pinjaman, kredit rumah, kredit perusahaan (dll), atau untuk membayar utang buruk atau tagihan, atau yang telah scammed oleh pemberi pinjaman sebelum uang palsu? Selamat, Anda berada di tempat yang tepat, dapat diandalkan Pinjaman Perusahaan Ibu Kelly untuk memberikan pinjaman dengan tingkat bunga yang sangat rendah dari 2% telah datang untuk mengakhiri semua masalah keuangan Anda sekali dan untuk semua, untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan hubungi kami melalui email perusahaan kami: kellywoodloanfirm@gmail.com
    Terima kasih
    Terima kasih dan Tuhan memberkati
    Ibu kelly
    KELLYWOODLOANFIRMLTD
    kellywoodloanfirm@gmail.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Frenchise Ritel, Biang Keladi Krisis Listrik KalselTeng?

Krisis Listrik Kalsel Saya sebenarnya penasaran, apakah memang kebutuhan listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah ini sedemikian kritisnya sampai-sampai harus terus ada pemadaman listrik secara terus menerus. Walau kabar baiknya, dalam beberapa hari terakhir kondisi pemadaman ini berangsur 'membaik' . Membaik dalam arti, tidak sampai lagi dalam sehari terjadi tiga sampai empat kali pemadaman. baca juga: Maaf, Hari ini Listrik Padam Kabarnya memang, jatah energi listrik untuk area Kalsel sendiri hanya 3% dari total kemampuan PLN untuk memberi supply ke seluruh Indonesia. Kalau keliru, tolong diluruskan. Jika memang jatah salah satu lumbung energi ini hanya 3 persen kita patut iri dengan Jawa Timur. Karena Jawa Timur kabarnya mengalami surplus sampai 2.000 MW (sumber: finance.detik.com). Salah satu Gerai Alfamart Iseng-iseng sedikit, saat saya bertanya kepada salah satu karyawan Alfamart di samping kantor kami. Ternyata kebutuhan pembayaran rekening listrik Alf...

Menyolatkan pendukung "nganu"

Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....

Bisnis Tanpa Modal, Bisa?

Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...