Skip to main content

Berapa Harga Blog Kita?

Pernah tidak penasaran dengan nilai dari blog kita? Entah baru bikin atau sudah tahunan malang melintang di dunia maya. Saya penasaran. Dan alhamdulillah rasa penasaran itu bisa terjawab dengan hanya satu langkah praktis.

Apa gunanya tahu harga blog kita? Khan tidak ingin dijual?

Mungkin bagi yang blognya bersifat pribadi atau personal blog, tidak akan terlalu peduli dengan berapa nilainya. Yang penting menulis, berbagi dan memberi manfaat. Tapi, bagi saya. Mengetahui nilai blog itu bikin jadi tambah semangat blogging.

Webstatsdomain
Contoh Harga Domain Hendramadjid.com

Dulu, sebelum tadi malam nilai dari blog hendramadjid.com hanya berkisar di angka 456 USD. Murah ya? Enggak. Bagi saya itu sudah mahal. Eh, karena iseng mau cek lagi pas blogwalking nilainya jadi segitu 4.260 USD. Wuih! Naik banget. Kalau di rupiahkan jadi berapa tuh? 55 juta kali ya.

Tertarik buat cari tahu harga blog kamu? Coba deh buka webstatsdomain.org. Setelah buka, tinggal masukkan alamat website yang ingin diberi penilaian. Lalu klik analyze. Setelah itu, muncul lah hasil analisisnya.

Hasil analisis itu sendiri berisi popularitas, keamanan, social signal, termasuk SEO Score. Ranking Alexa juga bisa diketahui dari sini, meskipun yang agak membingungkan. Di tools alexa rank hendramadjid.com itu baru berada di level dua jutaan. Tapi di sana, sudah tembus di angka 900K. 

Nah. Sebagai fitur tambahan, kita bisa membandingkan blog kita dengan blog milik teman atau kompetitor yang isi blog dan niche-nya kurang lebih sama dengan kita.

Mungkin yang masih jadi kekurangan di webstatdomain adalah kita tidak bisa analisa blog yang masih sub-domain. Seperti teman saya Irfan yang mencoba menganalisa rumahbungas.blogspot.com yang harus kecewa karena analisisnya tidak ditemukan.

So, sudah siapkah kalian mengetahuai harga blog kalian... 

Ditunggu sharenya ya...

Comments

  1. Kalau mau "jual beneran", biasanya rumus yang digunakan untuk menentukan harga adalah pendapatan perbulan kali 5 sampai 10.. Jadi misal perbulan mendapatkan income 1 juta, blog tersebut akan masuk akal jika dijual direntang harga 5-10juta.. dari rentang ini, nanti sumber traffic, jumlah kunjungan, topik blog, nama domain, dll turut mempengaruhi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang Jimmy, kalau penilaian dari situ sih terhitung rasional sekali. Apalagi kalau sifat blog kita pribadi dan menampung tulisan bebbas atau curhatan. Kalau trafik bagus, kemungkinan bisa dikalikan dengan faktor penghasilan blognya

      Delete
    2. Apalagi khan hitungan di webstatsdomain itu hanya berdasar estimasi mereka.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Project: Kontribusi Melawan Asap

"Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap tebal"  Berita dengan judul sejenis ini dalam sebulan terakhir betul-betul menghiasi media cetak, televisi dan media online. Bukan sekadar menghiasi nampaknya. Tajuk ini adalah isu penting yang mengalahkan pentingnya berita keterpurukan nilai tukar rupiah. Mungkin nilai tukar rupiah turunnya hanya dirasa oleh sebagian kecil masyarakat yang bertransaksi menggunakan dolar. Karena sebagian besar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhannya meski dengan pengetatan pengeluaran yang demikian ketat. Namun kabut asap ini benar-benar dirasakan dampak negatifnya hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan, terlebih dua negeri jiran kita -Malaysia dan Singapura-. Setiap pagi di kontak BBM kami, hampir selalu saja muncul keluhan soal asap. Dan dari sekian banyak keluhan tersebut, sangat sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) yang mencoba menawarkan solusi. Bahkan sekarang di media sosial ...

Menyolatkan pendukung "nganu"

Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....

Bisnis Tanpa Modal, Bisa?

Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...