Skip to main content

Seminar: Rahasia Sukses Mengembangkan Bisnis Tanpa Riba

Mungkin kita mengira, bahwa sebuah bisnis akan tetap baik-baik saja dengan mengandalkan utang. Dan utang di lembaga Ribawi telah menjadi hal lumrah dan demikian biasanya di tengah masyarakat kita. Padahal, dosa riba itu banyak sekali pintunya. Dan dosapaling ringan dari riba ialah sebagaimana seorang lelaki berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Pandangan umum: kalau bisnis harus pakai pinjaman bank Ribawi. Ujungnya, bisnisnya adalah bisnis riba.


Lalu merekapun menilai, apakah mampu kita menghasilkan, membesarkan dan bahkan membuatnya mendunia tanpa sepeserpun riba. Padahal, sejarah sudah mencatat dengan titah emas, Abdurrahman Bin Auf dan Utsman bin Affan adalah salah dua pengusaha Muslim yang menjalankan bisnisnya tanpa riba. Bahkan jauh mengalahkan para pebisnis-pebisnis Yahudi di Madinah yang sangat erat sekali dengan riba.

Kita bisa? Insya Allah bisa. Jika memang berkomitmen agar bisnisnya tidak ada riba meski secuil saja.


Juragan sekalian, khususnya yang ada di Kalimantan Selatan, untuk hadir dalam agenda Seminar Bisnis Tanpa Riba berikut. Informasi lengkapnya bisa di download di poster di bawah ini.

Bisnis Tanpa Riba


Silakan daftar melalui formulir pendaftaran
===============

Sahabat Pengusaha,

Jika Anda terus menerus dihinggapi banyak *MASALAH* yang tak kunjung selesai, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun bisnis sehingga hidup Anda tidak *TENANG*, padahal Anda sudah berusaha dan berjuang keras untuk mencari solusinya.

Atau bisnis Anda berkembang namun tidak berdampak pada *KEBAHAGIAAN* dan ketenangan hidup Anda sehingga tidak ada keberkahan didalamnya.

Bisa jadi Allooh belum *RIDHO* terhadap bisnis & kehidupan Anda karena masih ada maksiat *RIBA* di dalamnya.

Temukan bagaimana caranya terbebas dari jerat utang dan riba, *BISNIS BERKEMBANG* penuh *BERKAH* dan hidup tenang pada Seminar Bisnis Islami :

*RAHASIA SUKSES MENGEMBANGKAN BISNIS TANPA RIBA*

Mengapa Anda harus ikut Seminar ini ?

1. Mengetahui lebih dalam apa itu Riba dan contoh-contoh transaksi riba yang terjadi saat ini.
2. Mengetahui aliran sesat dalam bisnis yang banyak menjerat pengusaha.
3. Mendapatkan cara-cara efektif untuk menghentikan kebiasaan berUTANG.
4. Mengetahui cara-cara yang sudah teruji untuk keluar dari jeratan utang dan riba.
5. Mendapatkan alasan yang kuat mengapa pengusaha muslim harus terbebas dari Utang dan Riba.
6. Mendapatkan langkah-langkah praktis untuk segera terbebas dari jerat utang dan riba
7. Anda bisa mendapatkan jejaring (networking) baru yang positif dari kalangan pengusaha

Berikut testimoni peserta yang sudah pernah mengikuti seminar ini :

"Subhanallooh…Alloohu Akbar… Seminar ini sangat MEMBUKA KEYAKINAN saya mengenai maksiat riba" (Suprapto, pengusaha Foto Copy JAKARTA)

"Sangat INSPIRATIF  membuka wawasan saya tentang BISNIS secara ISLAMI sesuai yang dicontohkan Rosulallah." (Chepi Supriatna, Owner Victory Land BANDUNG)

"Mengubah MINDSET tentang Riba. Bertekad menghilangkan riba dari bisnis agar Bisnis BERKAH & BERKEMBANG" (Ita Octianita, Owner Master Bebek CIKARANG)

Ingin lebih jelas seperti apa acaranya? Silahkan klik link ini

DAFTAR SEGERA Diri / Pasangan / Mitra Bisnis ke 0812 5016 3663 / WA 0811 500 191


Silakan daftar melalui formulir pendaftaran
***

Bagaimana? Sudah siap Menjalankan dan mengembangkan Bisnis Tanpa Riba? Ditunggu pendaftarannya.

Comments

  1. Pengen sebenarnya ikut seminar seperti ini untuk beljar dan menambah pengetahuan, jadi bisa belajar dari pengalaman orang lain, moga aja ada ntar acara seperti ini di tempat ane :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di beberapa tempat di luar kalimantan sudah banyak acara seperti ini. Sepert jakarta, bogor, pekanbaru, malang, surabaya jogja dan lain-lain. agan bisa hunting informasinya dengan kata kunci "Pengusaha Tanpa Riba" atau "Samsul Arifin SBC Global"

      Delete
    2. Assalamualaikum senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman-teman disini. barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan. Beberapa waktu yang lalu perusaan percetakan saya dirundung hutang yang cukup besar. Hal itu di akibatkan melonjaknya harga kertas dan tenaga upah yang harus saya bayar kepada para karyawan saya. Sementara itu beberapa tender yang nilainya cukup besar gagal saya menangkan. Akibatnya saya harus menjaminkan mobil saya saya untuk meminjam hutang dari bank. Namun hal itu belum cukup menutup devisit perusaan. Bahkan pada akhirnya rumah beserta isinya sempat saya jaminkan pula untuk menutup semua beban hutang yang sedang dilanda perusaan. Masalah yang begitu berat bukan mendapat support dari istri justru malah membuat saya bersedih bahkan sikapnya sesekali menunjukan rasa kecewa. Hal itu di sebabkan semua perhiasan yang sempat saya hadiahkan padanya turut saya gadikan. Disaat itulah saya sempat membaca beberapa situs yang bercerita tentang solusi pesugihan putih tanpa tumbal dan akhirnya saya bertemu dengan Kyai Sukmo Joyo. Kata pak Kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 5milyar dengan tumbal hewan. Tanpa pikir panjang semua petunjuk pak.kyai saya ikuti dan hanya 1 hari. Alhamdulilah akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya. Perlahan hutang-hutang saya mulai saya lunasi. Perhiasan istri saya yang sempat saya gadaikan kini saya ganti dengan yang lebih bagus dan lebih mahal harganya. Dan yang paling penting bisnis keluarga yang saya warisi tidak jadi koleps. Jika ingin seperti saya. Saya menyarankan untuk menghubungi kyai sukmo joyo di 0823.9998.5954 situsnya www.sukmo-joyo.blogspot.co.id agar di berikan arahan

      Delete
  2. Itulah kenapa saya tidak mau hutang ke bank konvensional. Ribanya mencekik ya mas. Tidur jadi tidak tenang. Riba itu kaya pembunuh dalam selimut, menghangatkan sementara namun mencekik dikeesokan harinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru mereka kebanyakan, kita akan ditawari kredit saat portofolio kit menjanjikan. Agar mereka bisa terlibat dapat untung jug dari usaha kita

      Delete
  3. Sayang bukan ditempat saya, walaupun saya sangat berminat sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya. Pak Indra tinggal di mana pak? Siapa tahu ada informasi acara di daerah domisili bapak

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Project: Kontribusi Melawan Asap

"Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap tebal"  Berita dengan judul sejenis ini dalam sebulan terakhir betul-betul menghiasi media cetak, televisi dan media online. Bukan sekadar menghiasi nampaknya. Tajuk ini adalah isu penting yang mengalahkan pentingnya berita keterpurukan nilai tukar rupiah. Mungkin nilai tukar rupiah turunnya hanya dirasa oleh sebagian kecil masyarakat yang bertransaksi menggunakan dolar. Karena sebagian besar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhannya meski dengan pengetatan pengeluaran yang demikian ketat. Namun kabut asap ini benar-benar dirasakan dampak negatifnya hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan, terlebih dua negeri jiran kita -Malaysia dan Singapura-. Setiap pagi di kontak BBM kami, hampir selalu saja muncul keluhan soal asap. Dan dari sekian banyak keluhan tersebut, sangat sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) yang mencoba menawarkan solusi. Bahkan sekarang di media sosial ...

Menyolatkan pendukung "nganu"

Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....

Bisnis Tanpa Modal, Bisa?

Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...