Skip to main content

4 Cara Mudah Mendatangkan Pembeli

Salah satu inspirasi dari serial chef (dorama Jepang) mengenai tips dan trik untuk pedagang makanan di pinggir jalan, adalah bagaimana kita dapat merangsang panca Indra manusia untuk menjadi lead agar mereke datang berkerumun.


Tips itu saya bagi menjadi 4 poin Cara Mudah Mendatangkan Pembeli berikut:

1. Penciuman. Panggillah calon pelanggan dengan aroma yang kuat dari masakan kita.

Hal ini sering saya temukan saat jam-jam makan siang atau sore menjelang malam di beberapa daerah. Kadang saya mencium bau bawang yang digoreng, ayam yang sedang dipanggang, terasi yang lagi dibakar lalu diulek jadi sambal terasi. Atau aroma asap dari panggangan ikan dan pepes.

Rasanya, panggilan itu begitu kuat. Jadi memang berminat mencari tempat makan, maka pasti saya akan singgah ke sana.

Marketing Tips For Lead
Source: google Image
2. Pendengaran. Menambah sensasi bawa masakan yang tersaji di sana fresh. Atau menjadi tanda, bahwa di sana ada yang jual makan jenis tertentu.

Bebunyian yang sering saya temui adalah bunyi penggorengan di warung-warung Lamongan di Pinggir jalan.

Ada yang lebih hebat. Pasti di beberapa tempat di Kalsel tidak asing dengan bebunyian adlibs ataupun jingle penjual eskrim. Atau, ketukan mangkok dan Batang bambu khas penjual bakso. Yang terbaru, ya tahu bulat. Menjadi viral sampai-sampai jingle nya ada yang membuatnya lagu.

Jika tidak ada aroma yang kuat. Indra pendengar adalah jawaban tepat untuk memanggil pelanggan.

3. Visual. Gugah selera dengan mempercantik tampilan makanan. Rasanya makin nafsu saja untuk segera menyantap.

Apalagi, sekarang zamannya eksis dulu sebelum santap. Cekrek dulu, upload, lalu baca doa dan habiskan makanan.

Sebagai tambahan, tempat yang bersih juga tertata sesuai konsep juga dapat membuat suasana makan jadi lebih nyaman.

4. Kunci dengan gigitan pertama. Indra pengecap.

Seperti kata pak Bi, "buatlah pelanggan jatuh cinta pada gigitan pertama". Dan ini pasti. Karena produk adalah marketing utama dalam sebuah bisnis. Bahkan, jika produk itu sangat bagus, tim sales kita hanya akan berlaku seperti "marketing bisu". Mereka diam pun, orang akan tetap datang dan membeli.

Contoh Sukses: Bakmi Jogja
 
Tentu saja. Akan sia-sia ketiga hal di atas jika tidak dikunci dengan yang ke empat ini.

Dan penjelasan soal memicu lima panca Indra ini sudah lazim disampaikan oleh pakar marketing. Yang bisa diaplikasikan kepada model bisnis apapun. Tidak harus semua. Namun, jika bisa dapat klik semuanya kita akan mendapatkan double-double asset. Berupa penjualan dan pelanggan.

****
Tulisan ini juga saya posting di akun Facebook saya: Hendra abutsman
Hendramadjid.com

#fokus #marketing #branding
#marketerwannabe

Comments

Popular posts from this blog

Project: Kontribusi Melawan Asap

"Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap tebal"  Berita dengan judul sejenis ini dalam sebulan terakhir betul-betul menghiasi media cetak, televisi dan media online. Bukan sekadar menghiasi nampaknya. Tajuk ini adalah isu penting yang mengalahkan pentingnya berita keterpurukan nilai tukar rupiah. Mungkin nilai tukar rupiah turunnya hanya dirasa oleh sebagian kecil masyarakat yang bertransaksi menggunakan dolar. Karena sebagian besar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhannya meski dengan pengetatan pengeluaran yang demikian ketat. Namun kabut asap ini benar-benar dirasakan dampak negatifnya hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan, terlebih dua negeri jiran kita -Malaysia dan Singapura-. Setiap pagi di kontak BBM kami, hampir selalu saja muncul keluhan soal asap. Dan dari sekian banyak keluhan tersebut, sangat sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) yang mencoba menawarkan solusi. Bahkan sekarang di media sosial ...

Menyolatkan pendukung "nganu"

Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....

Bisnis Tanpa Modal, Bisa?

Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...