Pengelolaan asset akan sangat sulit dan membingungkan jika seorang pengusaha memiliki kesulitan dalam mangatur keuangan terutama pemakaian pribadi atau untuk modal usaha. Ketika bisnis seorang sedang mengalami masalah atau menemukan kesulitan tidak jarang uang simpanan pribadi harus digunakan. Untuk menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan jika pengusaha ingin berinvestasi, agar tidak salah pilih dan tepat guna. Berikut tipsnya yang bersumber dari inc.com:
1. Berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang Carilah investasi berjangka pangjang, maksudnya adalah investasi tersebut tidak dapat ditarik dengan mudah untuk kebutuhan mendadak dan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Dana pensiun atau asuransi pendidikan cukup bagus untuk dicoba.
2. Asset anda, nyawa anda Aturlah dengan baik antara investasi pribadi dan usaha jadi aman dari para kreditor. Jika kondisi sedang menemui kesulitan, coba buat struktur ulang investasi anda dengan mengirim beberapa asset ke bank milik istri anda atau keluarga anda yang lain.
3. Diversifikasikan investasi dari bisnis Coba pilih investasi yang memiliki alur yang agak berbeda dengan bisnis yang tengah anda tekuni. contohnya, jika usaha anda bergerak di bidang komoditas, maka investasi di pasar ekuitas merupakan pilihan yang baik untuk dijalani.
4. Berinvestasilah dengan lebih konservatif di luar bisnis anda para investment profesional menyarankan sebaiknya seorang pengusaha hendaknya berinvestasi pada portofolio ekuitas yang “berat” sementara orang yang lebih banyak jam terbangnya disarankan portofolio pemasukan tetap yang lebih sedikit menjanjikan.
5. Tabunglah uang anda jika nanti dibutuhkan untuk mendapatkan bisnis baru Setiap peluang bisnis akan selalu diincar oleh pelaku bisnis. Mereka lebih memilih untuk tetap menjalani sebuah bisnis meski resiko tetap mengintai. Oleh karena itu jika bisnis anda berbuah cukup manis, ada baiknya untuk menganggarkan dana untuk menjalani lahan bisnis berikutnya.
6. Gunakan kecerdasan anda dalam berinvestasi Manajemen keuangan harus dibuat dengan memfokuskan kepada pendekatan yang baik dalam melakukan portofolio investasi untuk mendapatkan pengelolan personal finansial yang baik. Lebarkanlah sayap bisnis anda, sehingga jika satu bisnis anda jatuh, masih akan ada beberapa bisnis baru yang akan menopangnya.
7. Rancanglah model bisnis yang berbeda Bisnis terbaik dan juga investasi terbaik sekarang adalah bisnis yang sedang anda jalani, buah dari bisnis anda akan bisa dinikmati ketika masa tua datang. Sangat dianjurkan untuk menyisihkan banyak waktu, tenaga dan uang untuk bisnis yang sedang anda tekuni dan berinvestasi kepada pihak atau orang yang sudah anda percaya.
Penulis: Penulis: Dewa F. Reza
Part-time post graduate student. Full-time online marketer. Social media junkie and Gadget freak. Think out side the box. Get to know Dewa at Google+, Facebook & Twitter @Dewanta_
"Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap tebal" Berita dengan judul sejenis ini dalam sebulan terakhir betul-betul menghiasi media cetak, televisi dan media online. Bukan sekadar menghiasi nampaknya. Tajuk ini adalah isu penting yang mengalahkan pentingnya berita keterpurukan nilai tukar rupiah. Mungkin nilai tukar rupiah turunnya hanya dirasa oleh sebagian kecil masyarakat yang bertransaksi menggunakan dolar. Karena sebagian besar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhannya meski dengan pengetatan pengeluaran yang demikian ketat. Namun kabut asap ini benar-benar dirasakan dampak negatifnya hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan, terlebih dua negeri jiran kita -Malaysia dan Singapura-. Setiap pagi di kontak BBM kami, hampir selalu saja muncul keluhan soal asap. Dan dari sekian banyak keluhan tersebut, sangat sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) yang mencoba menawarkan solusi. Bahkan sekarang di media sosial ...
Setahu saya, Rosulullah tidak ikut menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul yang merupakan dedengkot kaum Munafik. Namun beliau juga tidak melarang para sahabat yang menyolatkannya karena ketidaktahuan mereka atas status munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketidaktahuan akan status seseorang sebagai munafik pun adalah perkara yang wajar. Walaupun ada seorang sahabat nabi bernama Huzaifah bin Al Yaman yang memiliki ilmu rahasia untuk mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Sehingga Umar bin Khathab bisa yakin seseorang itu munafik atau tidak dengan mengikuti Huzaifah. Memang ada ciri-ciri seorang itu bisa disebut sebagai munafik di dalam nash. Namun apakah kita bisa yakin, misalnya ketika dia berjanji untuk datang pada jam 8 namun datang jam 9, sebagai orang munafik misalnya? Atau dalam tataran yang lebih berat. Tiga ciri² yang telah sama kita ketahui tersebut harusnya menjadi semacam self correcrtion. Muhasabah kepada diri sendiri, apakah diri kita termasuk munafik atau tidak....
Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin 'auf meninggalkan hartanya di Mekkah. Sehingga, untuk memulai bisnis di Madinah dia harus dari nol lagi. Salah seorang sahabat kaum Anshar lalu menawarinya sebidang tanah dan seorang istri (untuk diceraikan lalu dinikahi Abdurrahman) tapi dia menolaknya dengan halus. Sembari berazam akan meminang seorang gadis Madinah dengan emas seberat kurma. Ringkas cerita. Saat itu Abdurrahman memulai Bisnis dengan datang ke pasar. Dia cari orang jualan unta untuk kemudian dijual kembali. Pada awalnya, hanya membantu menjual unta untuk mendapatkan fee penjualan. Hingga terkumpul uang untuk membeli seekor unta lalu dia jual sendiri. Menariknya, saat sudah mampu menjual sendiri unta. Abdurrahman malah menjual unta tersebut dengan harga modal. Tentu saja laris manis. Karena orang-orang yang sudah tahu harga pasaran unta pasti akan memilih membeli kepada Abdurrahman bin Auf. Lha... Kalau jual dengan harga modal, di mana untungnya? Kerja bakti kan gitu...
Comments
Post a Comment